
1. Mazhab Baqir As-Sadr.
Mazhab ini berpendapat bahwa ilmu
ekonomi tidak pernah bisa sejalan dengan Islam, Ekonomi tetap Ekonomi dan Islam
tetap Islam. Mereka memiliki cara pandang yang berbeda dalam melihat masalah ekonomi.
Menurut ilmu ekonomi yang sudah kita kenal, masalah ekonomi muncul karena
adanya keinginan manusia yang tidak terbatas, sedangkan sumber daya yang
ada untuk memuaskan keinginan manusia jumlahnya terbatas. Mazhab Baqir
menolak pernyataan ini, karena menurut mereka Islam tidak mengenal adanya
sumber daya yang terbatas. Selain itu, mazhab ini membuang teori-teori ekonomi yang lama/teori ekonomi konvensional dan kemudian berusaha
menyusun dan membangun teori yang baru dalam ekonomi. Tokoh-tokoh mazhab ini adalah Muhammad Baqir as-Sadr, Abbas Mirakhor, Baqir
al-Hasani, Kadim as-Sadr, Iraj Toutouchian, Hedayati, dan lainnya.
2. Mazhab Mainstream.
Mazhab ini berbeda
pendapat dengan Mazhab Baqir As-Sadr. Mazhab kedua ini justru setuju dengan masalah
ekonomi itu muncul karena munculnya keinginan manusia yang tidak terbatas sedangkan sumber daya yang ada terbatas. Keterbatasan
sumber daya memang ada, bahkan diakui pula oleh Islam dan
sabda Nabi Muhammad SAW mengatakan bahwa manusia tidak akan pernah puas. Bila diberikan
emas satu lembah, ia akan meminta emas dua lembah dan bila diberikan dua lembah,
ia akan meminta tiga lembah, dan begitu seterusnya sampai ia masuk kubur.
Pandangan mahzab ini tentang masalah ekonomi hampir tidak ada bedanya dengan
pandangan ekonomi konvensional tetapi ada perbedaan antara mazhab mainstream dengan ekonomi
konvensional yang terletak pada cara menyelesaikan masalah tersebut. Oleh sebab itu,
mazhab ini tidak pernah membuang sekaligus teori-teori ekonomi konvensional. Mazhab ini, tidak setuju dengan membangun teori yang baru dalam ekonomi, tetapi mereka berpendapat untuk memperbaiki teori yang lama kearah yang lebih baik. Tokoh-tokoh mazhab ini di antaranya M. Umer Capra, M.A. Mannan, M. Nejatullah Siddiqi, dan lainnya.
3.
Mazhab Alternatif-Kritis.
Mazhab ini mengkritik kedua mazhab sebelumnya. Mazhab ini
adalah sebuah mazhab yang kritis. Mereka tidak setuju dengan kedua pendapat dari mazhab baqir dan mazhab mainstream, yang dilakukan mazhab ini hanya mengkritik dan mengkritik tanpa menemukan solusi yang tepat. Tokoh-tokoh dalam mahzab ini adalah Timur Kuran (Ketua Jurusan Ekonomi University of Sourthen California), Jomo (Yale, Cambridge, Harvad, Malaya), Muhammad Arif, dan lain-lain.


0 comments:
Post a Comment