12.9.17

Resume W1: Teori Ekonometrika

EKONOMETRIKA

 Image result for ekonometrika

Jika dilihat, ekonometrika terdiri dari dua suku kata yaitu ekonomi dan metrika. Kata ekonomi dapat diartikan dengan kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang optimal. Sedangkan metrika dapat diartikan sebagai pengukuran. Sehingga jika keduanya digabungkan maka ekonometrika dapat diartikan sebagai suatu pengukuran kegiatan-kegiatan ekonomi.

Ekonometrika dapat diartikan dalam arti kata yang sebenarnya sebagai sebuah ukuran ekonomi. Secara definitif, ekonometrika diartikan sebagai suatu ilmu yang mempelajari analisis kuantitatif dari fenomena ekonomi. Definisi lainnya merupakan matematika statistika yang diaplikasikan untuk data ekonomi untuk memperoleh dukungan secara empiris terhadap model yang dibangun menurut teori matematika ekonomi dan untuk memperoleh dugaan secara numerik (angka). 

Menurut teori salah satu para ahli seperti Arthur S. Goldberger, ekonometrika adalah ilmu sosial yang dimana alat-alat teori ekonomi, matematika dan statistik diterapkan untuk menganalisis fenomena-fenomena ekonomi.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa ekonometrika adalah teori yang menggabungan beberapa teori yaitu teori ekonomi, teori matematika dan teori statistik. Dalam teori ekonomi terdapat teori mikro dan makro, keuangan, manajemen dan lainnya. Teori matematika digunakan untuk menelaah dan mengetahui model matematika dan kemudian untuk memahami data diperlukan teori statistik. Maka dari itu, teori ekonometrika dapat dikatakan sebagai gabungan dari teori-teori tersebut.

Menurut teori ekonomi, peranannya berhubungan dengan pembentukan suatu hipotesis yang sifatnya kuantitatif seperti hubungan jumlah barang dengan harga, dan jika dicermati dari hukum permintaan dan penawaran, fungsi Qd = f (P) dalam hukum permintaan dapat dijelaskan bahwa ketika harga barang turun maka permintaan terhadap barang tersebut akan naik, begitu sebaliknya jika harga barang naik maka permintaan terhadap barang akan turun. Dan dalam hukum penawaran jika harga barang naik maka penawaran terhadap barang akan naik, sebaliknya jika harga barang turun maka penawaran terhadap barang juga akan turun. Hal ini dapat dikatakan adanya keterkaitan antara variabel harga (P) dan variabel jumlah barang (Q).

Dari penjelasan diatas, kondisi tersebut belum bisa dikatakan tepat karena masih adanya faktor ketidakpastian dan sulit untuk diprediksi sehingga kondisi tersebut belum tepat dan lengkap. Faktor ketidakpastian tersebut dinamakan error term disturbants dengan fungsi: 
Y= β1 + β2 X + ɛ

Disturbants akan selalu ada dalam setiap kondisi karena adanya faktor ketidakpastian dan hal-hal yang tidak berlaku pada teori yang ada, seperti naik atau turunnya harga barang pada saat hari raya. 

Jika dalam teori ekonomi dilakukan penjelasan secara kuantitatif, maka dalam teori matematika dijelaskan dan membentuk model secara kualitatif yang akan menghasilkan sebuah persamaan. Dalam hal ini teori matematika berfungsi untuk melakukan pendekatan dalam bentuk model matematika yang mampu untuk menelaah dan menunjukkan seberapa besar pengaruh antara satu variabel dengan variabel yang lain. 

Y= β1 + β2 X

Keterangan:

Y  : Variabel Terikat

X  : Variabel Bebas
β   : Konstanta (model matematika)
β1  : Slope
β2  : Intercepts

Dengan teori ekonomi yang sudah ada, maka perlu dilengkapi dengan data yang diperlukan, maka dalam hal ini dibutuhkan teori statistik yang dimana teori statistik tersebut berfungsi sebagai pengumpulan data, menyimpulkan, mengolah, dan menyajikan data. Peran teori statistik akan semakin berarti jika dianalisis dengan model matematika yang sesuai dengan teori-teori ekonomi yang telah dianalisis.

Faktor dari ekonometrika:
1.  Adanya faktor yang hilang atau faktor yang tidak bisa disebutkan.
2.  Kesalahan pengukuran, tidak memilih secara akurat.
3. Perilaku manusia, terkait dengan kondisi yang berbeda, misalnya jika pendapatan naik maka kegiatan mengkonsumsi akan naik.

Sumber tambahan bacaan:
Arif Rahman Hakim, "Ekonometrika (Suatu Pengantar: Teori dan Praktek)

0 comments: