CONTOH 2: Menggunakan Analisis Regresi Berganda
Tahap I dan tahap II yang dilakukan pada contoh 2 ini, sama seperti
yang dilakukan pada contoh 1, hanya saja yang membedakannya, pada contoh 2 ini kita
menggunakan satu variabel terikat (Y) dan dua variabel bebas (X). Karena kita
menggunakan regresi berganda yang dalam pengertiannya adalah menggunakan dua
atau lebih variabel bebas dan satu variabel terikat. Dalam contoh ini kita akan menggunakan Pembiayaan sebagai variabel terikat (Y), DPK dan NPF seagai variabel bebas (X1 dan X2)
Berikut langkah input datanya:

- Tekan ctrl secara bersamaan dengan klik dan klik variabel secara berurutan sesuai susunan kolom data yang akan di input. Misalkan data:
Y (F)
|
X1 (DPK)
|
X2 (NPF)
|
147505
|
147512
|
218635
|
154072
|
150795
|
246340
|
161081
|
156964
|
268234
|
163407
|
158519
|
270001
|
167259
|
163858
|
284874
|
171227
|
163966
|
310107
|
174486
|
166453
|
301628
|
174537
|
170222
|
313291
|
177320
|
171701
|
334655
|
179284
|
174018
|
326943
|
180833
|
176292
|
324142
|
184122
|
183534
|
288373
|
181398
|
177930
|
340602
|
- Klik kanan pada variabel yang diblok lalu pilih “open” lalu “as group”
- Setelah itu, akan muncul kolom seperti dibawah ini, kemudia klik “edit” lalu isi dengan data yang tersedia di masing-masing variabel. Setelah diisi, lalu klik close (x).
TAHAP
III : ESTIMASI MODEL REGRESI LINEAR
- Klik variabel Y, lalu tekan tombol ctrl, klik variabel x1
- Klik kanan lalu pilih “open” “as equation”
- Ketika muncul jendela Equation Estimation, pastikan pada form Equation specification tertulis semua variabel dengan urutan Y X1 X2 lalu ketik C yang merupakan persamaan regresi alpha (α) atau coefficient. Pada estimation settings bagian method pilih Least Squares (NLS dan ARMA).
- Klik OK
INTERPRETASI
OUTPUT

Interpretasi: melihat
tingkat signifikasi
Hipotesis:
H0
= Tidak signifikan
H1 = Signifikan
1. Uji F >> digunakan untuk melihat apakah variabel bebas (X) mempengaruhi secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Pengujian melalui uji F adalah dengan membandingkan F-statistic/Fhitung (Fh) dengan Ftabel (Ft) pada α = 0,05. Jika tingkat p-value (prob(f-statistic) < tingkat error/signifikasi maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika tingkat p-value (prob(f-statistic) > tingkat error/signifikasi maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak.
Jika Fhitung < Ftabel
maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Jika Fhitung > Ftabel maka
H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak.
Pada contoh diatas, p=value
< α (0,000000 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, DPK dan NPF (X1
dan X2) berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembiayaan (Y).
2. UJI T >> digunakan untuk melihat apakah masing-masing variabel bebas (X) mempengaruhi secara parsial terhadap variabel terikat (Y). Jika tingkat pvalue (prob) < tingkat error/signifikasi maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika tingkat pvalue (prob) > tingkat error/signifikasi maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak. Pengujian melalui uji T adalah dengan membandingkan thitung (th) dengan Ttabel (tt) pada α = 0,05.
Jika Thitung < Ttabel maka H0
ditolak dan H1 diterima.
Jika Thitung > Ttabel maka H0
tidak dapat ditolak
dan H1 ditolak.
Pada contoh ini, pertama-tama kita
lakukan analisis pada variabel DPK (X1). p-value < α (0.0081 < 0.05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya,
variabel DPK berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembiayaan. Kedua, lakukan analisis pada variabel NPF (X2).
p-value < α (0,1495), maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak. Artinya, variabel NPF tidak
berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembiayaan.
3. Uji Koefisien Determinasi >> merupakan uji untuk mengetahui berapa besar pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji koefisien determinasi dapat dilihat melalui R-Squared dan Adjusted R-Squared. Penggunaan Adjusted R-Squared dilakukan apabila dalam penelitian model regresi mengalami modifikasi seperti penambahan dan/atau pengurangan variabel bebas (dengan asumsi yang tepat seperti apabila terjadi masalah multikolinearitas dalam model regresi). Sehubungan pada contoh ini model regresi tidak mengalami penambahan dan/atau pengurangan variabel bebas, maka digunakan uji R-Squared (R2). Nilai R2 berada dalam interval antara 0 dan 1 (0<R2 <1) yang artinya akan semakin baik apabila nilai tersebut mendekati satu.
Dalam contoh diatas, kita akan melihat pengaruh variabel bebas terhadap
variabel terikat. Dapat dilihat bahwa hasil R-Squared adalah 0.920690, yang artinya bahwa variabel bebas (DPK dan
NPF) dapat mempengaruhi besar terhadap variabel terikat (jumlah pembiayaan)
sebesar 92,06%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar
penelitian.
4. Model Regresi Linear >> Jika menggunakan regresi berganda maka akan menggunakan satu variabel terikat (Y) dan dua atau lebih variabel bebas (X). Model regresi pada penelitian ini dapat disusun menggunakan persamaan regresi berikut: IHSG = α + β1 DPK + β1 NPF
Lihat output
Eviews pada kolom 4 Coefficient Variable DPK dan NPF yang merupakan nilai β1 dan β2. Sedangkan Variable C
(Konstanta)
meruapakan nilai α. Sehingga persamaan regresi pada contoh ini
dapat disusun sebagai berikut: F = 61925.21 + 0.527479 DPK + 0.070627 NPF
Jumlah
pembiayaan (Y) tergantung pada besarnya DPK dan NPF (X). Jika variabel bebas dianggap konstan maka
jumlah pembiayaan konstanta. α = 61925.21, artinya
apabila DPK dan NPF sebesar 0, maka
jumlah pembiayaan sebesar 61925.21. β1 = 0.527479, artinya
dengan asumsi NPF tetap, maka setiap peningkatan DPK sebesar 1% akan menaikkan
jumlah pembiayaan sebesar 0.527479%.
*)Catatan: Tanda negatif pada β1 merupakan arah pengaruh DPK terhadap jumlah pembiayaan. Pada contoh ini, Inflasi berpengaruh positif terhadap pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.
*)Catatan: Tanda negatif pada β1 merupakan arah pengaruh DPK terhadap jumlah pembiayaan. Pada contoh ini, Inflasi berpengaruh positif terhadap pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.
β2 = 0.070626, artinya dengan asumsi DPK tetap, maka setiap peningkatan
NPF sebesar 1% akan meningkatkan jumlah pembiayaan
sebesar 0.070626%. *)Catatan: Tanda positif pada β2 menunjukkan bahwa pada contoh
ini NPF berpengaruh positif terhadap jumlah pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.



























