25.10.17

Resume W5 (Lanjutan): Latihan Eviews: Part 2

CONTOH 2: Menggunakan Analisis Regresi Berganda
Tahap I dan tahap II yang dilakukan pada contoh 2 ini, sama seperti yang dilakukan pada contoh 1, hanya saja yang membedakannya, pada contoh 2 ini kita menggunakan satu variabel terikat (Y) dan dua variabel bebas (X). Karena kita menggunakan regresi berganda yang dalam pengertiannya adalah menggunakan dua atau lebih variabel bebas dan satu variabel terikat. Dalam contoh ini kita akan menggunakan Pembiayaan sebagai variabel terikat (Y), DPK dan NPF seagai variabel bebas (X1 dan  X2)

Berikut langkah input datanya:



  • Tekan ctrl secara bersamaan dengan klik dan klik variabel secara berurutan sesuai susunan kolom data yang akan di input. Misalkan data:
Y (F)
X1 (DPK)
X2 (NPF)
147505
147512
218635
154072
150795
246340
161081
156964
268234
163407
158519
270001
167259
163858
284874
171227
163966
310107
174486
166453
301628
174537
170222
313291
177320
171701
334655
179284
174018
326943
180833
176292
324142
184122
183534
288373
181398
177930
340602
  • Klik kanan pada variabel yang diblok lalu pilih open” lalu as group
  • Setelah itu, akan muncul kolom seperti dibawah ini, kemudia klik “edit” lalu isi dengan data yang tersedia di masing-masing variabel. Setelah diisi, lalu klik close (x).
TAHAP III : ESTIMASI MODEL REGRESI LINEAR
  • Klik variabel Y, lalu tekan tombol ctrl, klik variabel x1
  • Klik kanan lalu pilih open as equation
  • Ketika muncul jendela Equation Estimation, pastikan pada form Equation specification tertulis semua variabel dengan urutan Y X1 X2 lalu ketik C yang merupakan persamaan regresi alpha (α) atau coefficient. Pada estimation settings bagian method pilih Least Squares (NLS dan ARMA).
  • Klik OK
INTERPRETASI OUTPUT
Interpretasi: melihat tingkat signifikasi
Hipotesis:
H0 = Tidak signifikan
H1­ = Signifikan

1. Uji F >> digunakan untuk melihat apakah variabel bebas (X) mempengaruhi secara simultan terhadap variabel terikat (Y). Pengujian melalui uji F adalah dengan membandingkan F-statistic/Fhitung (Fh) dengan Ftabel (Ft) pada α = 0,05. Jika tingkat p-value (prob(f-statistic) < tingkat error/signifikasi maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika tingkat p-value (prob(f-statistic) > tingkat error/signifikasi maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak.
Jika Fhitung < Ftabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Jika Fhitung > Ftabel maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak.
Pada contoh diatas, p=value < α (0,000000 < 0,05) maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, DPK dan NPF (X1 dan X2) berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembiayaan (Y).

2. UJI T >> digunakan untuk melihat apakah masing-masing variabel bebas (X) mempengaruhi secara parsial terhadap variabel terikat (Y). Jika tingkat pvalue (prob) < tingkat error/signifikasi maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika tingkat pvalue (prob) > tingkat error/signifikasi maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak. Pengujian melalui uji T adalah dengan membandingkan thitung (th) dengan Ttabel (tt) pada α = 0,05.
Jika Thitung < Ttabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.
Jika Thitung > Ttabel maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak.
Pada contoh ini, pertama-tama kita lakukan analisis pada variabel DPK (X1). p-value < α (0.0081 < 0.05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, variabel DPK berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembiayaan. Kedua, lakukan analisis pada variabel NPF (X2). p-value < α (0,1495), maka H0 tidak dapat ditolak dan H1 ditolak. Artinya, variabel NPF tidak berpengaruh secara signifikan terhadap jumlah pembiayaan.

3. Uji Koefisien Determinasi >> merupakan uji untuk mengetahui berapa besar pengaruh seluruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji koefisien determinasi dapat dilihat melalui R-Squared dan Adjusted R-Squared. Penggunaan Adjusted R-Squared dilakukan apabila dalam penelitian model regresi mengalami modifikasi seperti penambahan dan/atau pengurangan variabel bebas (dengan asumsi yang tepat seperti apabila terjadi masalah multikolinearitas dalam model regresi). Sehubungan pada contoh ini model regresi tidak mengalami penambahan dan/atau pengurangan variabel bebas, maka digunakan uji R-Squared (R2). Nilai R2 berada dalam interval antara 0 dan 1 (0<R2 <1) yang artinya akan semakin baik apabila nilai tersebut mendekati satu.
Dalam contoh diatas, kita akan melihat pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Dapat dilihat bahwa hasil R-Squared adalah 0.920690, yang artinya bahwa variabel bebas (DPK dan NPF) dapat mempengaruhi besar terhadap variabel terikat (jumlah pembiayaan) sebesar 92,06%, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian.

4. Model Regresi Linear >> Jika menggunakan regresi berganda maka akan menggunakan satu variabel terikat (Y) dan dua atau lebih variabel bebas (X). Model regresi pada penelitian ini dapat disusun menggunakan persamaan regresi berikut: IHSG  = α + β1 DPK + β1 NPF
Lihat output Eviews pada kolom 4 Coefficient Variable DPK dan NPF yang merupakan nilai β1 dan β2. Sedangkan Variable C (Konstanta) meruapakan nilai α. Sehingga persamaan regresi pada contoh ini dapat disusun sebagai berikut: F = 61925.21 + 0.527479 DPK + 0.070627 NPF
Jumlah pembiayaan (Y) tergantung pada besarnya DPK dan NPF (X). Jika variabel bebas dianggap konstan maka jumlah pembiayaan konstanta. α = 61925.21, artinya apabila DPK  dan NPF sebesar 0, maka jumlah pembiayaan sebesar  61925.21. β1 = 0.527479, artinya dengan asumsi NPF tetap, maka setiap peningkatan DPK sebesar 1% akan menaikkan jumlah pembiayaan sebesar 0.527479%.
*)Catatan: Tanda negatif pada β1 merupakan arah pengaruh DPK terhadap jumlah pembiayaan. Pada contoh ini, Inflasi berpengaruh positif terhadap pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.
β2 = 0.070626, artinya dengan asumsi DPK tetap, maka setiap peningkatan NPF sebesar 1% akan meningkatkan jumlah pembiayaan sebesar 0.070626%. *)Catatan: Tanda positif pada β2 menunjukkan bahwa pada contoh ini NPF berpengaruh positif terhadap jumlah pembiayaan dan signifikan pada α = 5%.

0 comments: