1. KONSEP REGRESI
LINEAR BERGANDA
Regresi Linear Berganda
adalah regresi linier yang menggunakan dua atau lebih variabel bebas (eksogen)
untuk meramalkan atau memprediksi satu variabel terikat (endogen). Jadi analisis
regresi linier berganda akan dilakukan bila jumlah variabel independennya
minimal 2. Model
Regresi linier berganda untuk dua variabel bebas dan satu variabel terikat
adalah sebagai berikut:
Pada prinsipnya persamaan regresi linier
berganda adalah sama dengan persamaan pada regresi linier sederhana, yang
membedakan adalah pada persamaan Regresi Linier Berganda jumlah variabel X
lebih dari satu. berikut adalah beberapa contoh persamaan Regresi Linier
Berganda:
- Persamaan regresi untuk dua prediktor adalah: Y = a0 + a1X1 + a2X2
- Persamaan regresi untuk tiga prediktor adalah: Y = a0 + a1X1 + a2X2+ a3X3
- Persamaan regresi untuk n prediktor adalah: Y = a0 + a1X1 + a2X2 + .... + anXn
Jadi,
Persamaan regresi linier berganda dari Y terhadap X adalah:
- Model populasi berganda adalah: Yi = αn + b1 Xi + b2 X2 + ... + bn Xn + ei
- Model penduganya (model sampel) regresi linier adalah: Ý = a + b1X1 + b2X2 + .... + bnXn
Persamaan
regresi linier dimaksudkan untuk menjadi alat dalam membuat taksiran dan
ramalan keadaan berdasarkan data kejadian dan aktivitas di masa yang lalu.
Untukl membuat suatu persamaan Regresi Linier berganda terlebih dahulu
dilakukan penelitian atau data laporan periode yang lalu. Berikut ini adalah
diuraikan membuat persamaan regresi untuk dua variabel bebas X1 dan X2 , satu variabel terikat Y. Koefisien
α dan β adalah parameter yang nilainya tidak diketahui, sehingga diduga
menggunakan staistik sampel. Nilai a, b1, dan b2 akan diperoleh dari tiga
persamaan normal berikut:
SY = an + b1 SX1 + b2 SX2
SX1Y = a SX1 + b1 SX12 + b2SX1X2
SX2Y = a SX2 + b1 SX1X2 + b2SX22
Koefisien
a, b1, dan b2 dapat dihitung dengan rumus sebagai
berikut:
Nilai
dari a, b1, dan b2 dari tiga persamaan normal di atas
dapat juga dihitung dengan metode matriks. Persamaan normal di atas adalah
bentuk sistem persamaannlinier (SPL) yang dapat diselesaikan dengan metode
determinan, yaitu menggunakan aturan Crammer.
2. ASUMSI-ASUMSI PADA REGRESI LINIER BERGANDA
Sama dengan semua asumsi pada regresi linier
sederhana, dengan tambahan bahwa tidak ada hubungan linier sempurna di antara
dua atau lebih variabel bebas (eksogen). Dengan terpenuhinya asumsi maka
penduga OLS akan bersifat:
- Linier: fungsi linier dari peubah respons (endogen)
- Tidak bias: nilai harapan penduga adalah nilai parameter
- Konsisten: untuk n→∞, penduga menuju nilai parameter yang sebenarnya, dan ragam penduga →0
- Ragam yang paling kecil di antara semua penduga yang mungkin
- BLUE: Best Linear Unbiased Estimators
3. GOODNESS
OF FIT DARI GARIS REGRESI BERGANDA
- R2 pada regresi linier sederhana tidak dapat dipakai untuk membandingkan dua model dengan jumlah peubah eksogen yang berbeda.
- Ketika jumlah peubah X ditambah, maka proporsi keragaman Y yang terjelaskan oleh X akan selalu meningkat. Dan R2 akan selalu meningkat seiring jumlah X, tanpa melihat penting tidaknya penambahan X dalam model.
- Digunakan adjusted R2, karena didalam R2 tidak dapat melihat apakah variabel yang digunakan sesuai atau tidak, maka digunakanlah adjusted R2. Adjusted akan disesuaikan terhadap jumlah peubah eksogen X yang digunakan
Dengan penyesuaian terhadap jumlah
peubah eksogen:
Adjusted R2 dapat digunakan untuk memilih model mana yang terbaik berdasarkan
jumlah peubah eksogen yang dipakai. Adjusted R2 terbaik: Adjusted R2 → 1
5. BEBERAPA UJI HIPOTESIS PADA REGRESI BERGANDA
- Uji keberartian koefisien secara individu: Uji T (sama dengan uji t pada kasus regresi linier sederhana)
- Uji keberartian koefisien secara simultan:
- Uji F: digunakan untuk uji ketepatan model, apakah nilai prediksi mampu menggambarkan kondisi sesungguhnya:
- H0: Diterima jika Fhitung £ Ftabel
- H1: Diterima jika Fhitung > Ftabel
- Jika Fhitung > Ftabel maka persamaan regresi dinyatakan baik (good of fit)
- Hipotesis nol: restricted model valid
- Menduga restricted model dan unrestricted model
- Memperoleh JK Galat untuk restricted model dan JK Galat untuk unrestricted model, dan menghitung statistik uji F.
- Penggunaan Uji F untuk uji keberartian koefisien peubah X secara bersama-sama:
- Uji goodness fit secara keseluruhan digunakan pada dua model:
- Unrestricted: menggunakan semua peubah eksogen
- Restricted: hanya menggunakan konstanta (super restricted model)
- R2 diperoleh dari model unrestricted. Jika R2 → 1 maka F akan bernilai besar/nyata secara statistik. Jika F nyata secara statistik (dari p value), maka terdapat cukup bukti untuk mendukung keberartian model (unrestricted)
- Jika statistik uji F ini nyata maka cukup bukti untuk menolak hipotesis tentang hubungan linier yang ada, selainnya maka hubungan linier dapat diterima
3. Uji linear
restriction: Uji hubungan linier antara dua atau lebih
koefisien: Uji F atau Uji Wald (pengembangan uji t). Uji T
digunakan untuk mengatahui
pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung.
- H0: Diterima jika thitung £ ttabel
- H1: Diterima jika thitung > ttabel
4. Uji untuk
penambahan atau pengurangan peubah eksogen: Uji F atau Uji Chi Square dengan Likelihood
Ratio
5. Semua uji
merupakan perbandingan dari unrestricted model (menggunakan semua
peubah eksogen) dan restricted model
- Jika perbedaan tidak nyata maka restriction tidak berarti secara statistik.
- Model unrestricted lebih baik digunakan.
__________________________________________________________________________
Sumber tambahan:
- Sukoco, Agus. "Modul 5: Regresi Linear". Surabaya: Fak. Ekonomi Universitas Narotama. http://suci-rahma.mhs.narotama.ac.id/files/2013/06/Modul-Regresi-Linear-WEB.pdf
- Pamungkas, Wihandaru Sotya. "Analisis Regresi Linear". Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. http://wihandaru.staff.umy.ac.id/files/2013/08/A11-Pendahuluan-Analisis-Regresi.pdf








0 comments:
Post a Comment